Kamis, 12 November 2009

Finally!

Wesssss......berasa disiram air es waktu klk entri blog gue tercinta ini, gila lama banget gue gak menjamah blog gue tercinta ini. Nah hari ini curi2 kesempatan buat bikin postingan disela-sea pekerjaan yang hectic baget.

tapi apa yah????
*pura-puranya mikir*

apa yah????
blank!!!!
no have any idea's


"Keplokkkkkk.....!!!!!"
auch, satu tamparan super keras mendarat dipelipis gue, ada nyamuk binal kurang kerjaan coba-coba menghisap darah gue, no way! terlalu mahal darah gue buat loe muk!!!!

finally......finally.....
sepertinya efek geger otak ringan akibat tamparan keras tadi.

hati berkembang-kembang
dari kembang perawan, kembang kertas, kembang kol, ampe kembang kertas.

finally i got beautiful idea's

I wanna present my new design, my own design, this is it!!!









hope u ejoyed1
berminat? murah meriah muncrat (opsss...!!!) kok. tinggal email ke gue yang mana yang loe mau.



Baca selanjutnya......

Minggu, 04 Oktober 2009

Batiknya bagus buat kondangan!


Chapter 1

Gue: "Mas dikecilin 4 centi aja"
Mas-mas: "Kenapa dikecilin mas?"
Gue: "Kalau mau gue gedein, gak gue bawa kesini mas. Tapi ke Mak Erot."
Mas-mas: "........." Diem aja dengan muka gondok seperti habis digebok jin tapi gak bisa bales.


Chapter 2.

Tokk....tokkk....tokkk...
Prakk....prakkk...prakkk....
Bukkk...bukkkk....bukkkk....
Wah, sarap neh yang ketok pintu kamar gue, udah gak nahan apa ngelihat muka ganteng gue, ngetuk pintu ampe gak kira-kira kencengnya.
Gue: "Woi, sabar! Gue lagi telanjang neh."
Temen gue: "udah punya batik belom buat besok?" Tanyanya ketika batang hidung gue nongol dr balik pintu.
Gue: "Udah! Ada ditukang jahit, lagi gue kecilin."
Temen gue: "Beli dimana?"
Gue: "Sarinah Thamrin."
Temen Gue: "Mahal gak?"
Gue: "Cuma 50 ribu."
Temen gue: "Anterin gue sekarang ke sono." Katanya sambil menyeret gue dengan paksa.
Gue: "Woi, sabar! Gue cuma pakai celana dalam nih."

Satu setengah jam kemudian.......
Temen gue: "Worth it gak neh?" Tanya nya dengan muka serius, sambil mutar2 di depan cermin super besar melihat kemeja batik lengan pendek motif Parang Garda warna cokelat tua yang sedang dicobanya.
Gue: "Keren bos, klasik banget coraknya. Dah ambil aja. Niscaya loe yang paling keren besok dikantor, walaupun muke loe sebenarnya gak jauh beda sama marmut."
Temen gue: "350 ribu gitu bos. Loe bilang 50 ribu."
Gue: "Yang penting di belakangnya masih kedengaran ada 50ribunya. Tiga ratus LIMA PULUH RIBU rupiah."
Temen gue: "Kampret!!!!!!!!"

Chapter 3

Jam 7 pagi gue sudah bangun dan tergesa-gesa menuju penjahit yang cukup dekat dengan apartemen gue, tapi sialnya baju batik gue belom direparasi juga, hanya lengannya yang sudah didedel dan tergeletak pasrah didekat mesin jahit usangnya.
Gue: "Mas kok belom dikerjaiin sih? Gue mau ke kantor neh." Semprot gue dengan amarah membuncah.
Gue: "Pokoknya jam 9 kurang 5 menit udh kudu kelar.lewat dari jam 9 kurang 5 gak akan gue bayar" Ancam gue lalu berlalu dr tempat itu.

Jam 9 lebih dikit, gue udah ongkang-ongkang kaki dalam metromini 72 jurusan Pondok Indah-Blok M, tentu saja dengan batik print motif abstarak warna biru yang gue beli setahun lalu di event handycraft di JCC. Ada perasaan berbeda hari itu, pakai batik dimoment pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia hasil buatan manusia, asal Indonesia, membuat perasaan bangga menyelusup dalam kalbu (bahasa gue najis tralala dah kayanya). Dulu batik oleh sebagian besar orang dianggap hanya pantas dikenakan oleh orang kampung dan orang-orang bau tanah, "old fashion" gitu katanya. Tapi hari ini, anak-anak muda, sopir bajaj, sopir metromini, tukang parkir, eksekutif muda, ibu-ibu, bocah ingusan, nenek-nenek, kakek-kakek, semua pakai batik. Dari tempat duduk gue dibelakang, gue bisa melihat orang_orang tampak sumringah dengan corak batik beraneka rupa, "The Real" batik. Sedangkan gue sedikit bersedih hati karena batik yang gue kenakan gak jelas corak dan latar belakang dibaliknya. Belum lagi gue teringat dengan batik yang dikenakan teman se apartemen gue yang baru semalem gue pilihkan. Dia pasti menerima banyak sanjungan karena corak batik parang garda yg dia pakai emang bagus banget, gue jadi iri sama mereka, gue gak rela batik gue gak sebagus dan sekeren mereka. Tanduk di kepala gue mulai bermunculan satu per satu.

Chapter 4
Mbak SPG: "wah dah gak ada ukuran M nya mas, tinggal L itu aja."
Gue: "Yah, padahal gue suka motif parangnya. Ini kelihatan kebesaran kali mbak."
Mbak SPG: "Gak kali mas, pas kok. Kelihatan makin ganteng." Ujarnya sambil senyum2 najong.
Gue: "Basi loe ah mbak, rayuan loe standar. Ya udah deh gue ambil ini, langsung gue pake aja."
Mbak SPG: "Mas makin ganteng jadinya."
Gue: "......" Termakan rayuan SPG.

Demi tampil dengan batik yang oke, maka jadilah begitu gue turun dari metromini di terminal Blok M, gue langsung kocar kacir menuju Pasar Raya Grande, dan tak lupa kirim sms ke bos gue "Bos gue dateng telat ya, maag gue lagi kumat. Perut melilit neh, sakit banget".

Chapter 5

Adzan menandakan waktu sholat jum'at dah berkumandang, gue baru aja turun dari metromini di depan kantor gue, tiba-tiba.....
Mang penjual teh botol di depan kantor gue: "Kang, batikna halus pisan euy! (Batiknya bagus banget).
Gue: "Ho oh." Sahut gue asal sembari tersenyum, dalam hati "Worth it-lah, gue beli dengan 125 ribu".
Mang penjual teh botol di depan kantor gue: "Bagus buat pergi KONDANGAN!"
Gue: "..........." Pengen cakar-cakar tuh penjual teh botol.



Baca selanjutnya......

Minggu, 27 September 2009

Nyamuk Nakal VS Baterai Bekas


Gue: "Buset dah, kalau mau pelihara binatang mbok yah kambing kenapa! Nyamuk loe pelihara, mana montok semua nyamuknya" gue ngedumel diakhiri satu tamparan keras dipipi gue "keplakkkkk.....!"
Temen gue: "Jangan sedih, gak cuma montok, bahenol juga, nyamuknya elit loh! Nyamuk Pondok Indah. Tulis distatus fesbuk ah! ......Nyamuk-nyamuk ikutan lebaran, sekarang lagi silaturahim dikamar gue........"

Lebaran kali ini apartement gue sepi dari segala aktifitas dan hiruk pikuk manusia, penghuni apartment yang notabene adalah perantau kelas berat memang telah mudik. Maka tinggallah gue berdua dengan teman gue yang saat itu menghabiskan hari dengan nonton film seri jepang dan beberapa film dewasa, dengan adegan syurrr....yang menjadi maincoursenya (baca: BOKEP)


Temen gue: "Bakar obat nyamuk gih!"
Gue: "Lo aja, males gue. Lagi Pe-We nih."
Temen gue: "Pe-We apaan si bo?"
Gue: "Posisi Wenakkk....goblok!" Kata gue sembari mendelik dan pasang jurus tamparan seribu bayangan, dan "Keteplokkkkk...." Satu nyamuk montok menggelepar di ubin dengan darah berceceran.
Gue: "Obat nyamuk bakar gak bagus buat pernafasan bro, belom lagi baju-baju loe bakal bau asep. Gue ada tips buat ngusir nyamuk."
Temen gue: "Tips ape?" Dengan expresi muka yg abstrak.
Gue: "Lo ada baterai ABC yang besar gak, bekas juga gak apa-apa." Kata gue dengan mimik serius.
Temen gue: "Baterai bekas? Diapain? Dibakar?"
Gue: "Gak lah. Gampang banget. Baterainya lo ikat pake tali rapiah, tali tambang juga boleh, atau kalau mentok gak punya tambang, pake benang okelah."
Temen gue: "Gitu doang?"
Gue: "Weitzzz, jangan sedih kawan. Belom kelar itu."
Temen gue: "Lalu? Digantung?"
Gue: "Pala loe yang gue gantung."
Temen gue: "Dibakar?
Gue: "Jembut loe gue bakar." Kata gue emosi jiwa. "Caranya, baterai yang udah loe ikat pake tali 3meter. Ujung tali yang satunya lagi loe iketin dipergelangan tangan kiri loe, baterainya sendiri loe pegang erat pake tangan kanan. Begitu ada nyamuk yang seliweran ky sekarang, loe LEMPAR deh KEPALA NYAMUKNYA pake BATERAI BEKAS tadi."
Temen gue: "Bangsattttttt......"
Baca selanjutnya......

Senin, 21 September 2009

Baju Baru, Sandal Baru= LEBARAN???


Teman-teman blogger, yang gue sayangi. MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, MAAF LAHIR BATHIN. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.

Alhamdullilah.....

Sudah hampir pukul 20.30, metromini yang gue tumpangin melaju membelah jalan Jakarta, menerobos diantara besi-besi berdiesel yg malam ini tumpah ruah. Suara Takbir terdengar berkumandang dari sebagian kendaraan yang berseliweran. Raut wajah gue masih harap-harap cemas. lelah yang membalut badan bercampur dengan keringat yang bercucuran dari pori-pori gue sudah tidak gue hiraukan. Baju gue sudah kumal, lecek dan beraroma keringat. Gue seketika itu juga lompat begitu besi rongsokan yang gue tumpangi perlahan merayap di lorong-lorong terminal Blok M. Tujuan gue cuma Bangun mewah dan berkelas di sebelah terminal ini.


Beberapa menit kemudian......

Gue: "Alif ada gak mas?"
Si mas: "wah, baru ajah balik."
Gue: "Jiahhh....gue mau ambil pesanan sandal gue. Halah kagak jadi lebaran pake sandal baru dong gue."

Gue kemudian melangkahkan kaki gue dengan tergesa-gesa menuju plaza Blok M, berharap bisa menemukan sandal pengganti dan baju koko yang belum sempat terbeli karena kesibukan gue mempersiapkan baju lebaran milik istri dan anak Panglima Besar TNI yang baru beberapa jam lalu rampung dan gue hantarkan ke kediaman beliau di kawasan Taman Suropati, Menteng.

Gue: "Mbak baju koko koleksi "........" gerainya dimana yah?
Si mbak: "Sudah Habis mas." sahut si SPG dengan tetap berbenah karena saat shoping mall itu sudah berbenah. Saat itu sudah pukul 21.00.
Gue: "Beneran neh gue lebaran gak pake baju koko baru."

Puntung rokok mild yang gue hisap, gue hempaskan jauh-jauh sebelum membuka pintu taxi yang gue setop tiba-tiba.

Sopir: "Selamat malam pak. kita kemana?"
Gue: "Pondok indah mall."

Di PIM beberapa saat kemudian.


"Selamat malam pengunjung Metro Pondok Indah Mall, beberapa saat lagi kami akan segera tutup. Terima kasih telah berbelanja di Metro pondok Indah. Kami mengucapkan Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1430 H, minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir bathi." ting..tong. begitu bunyi bell itu mengakhiri voice over yang entah dari mana asalnya itu. tinggal lah gue yang terbengong-bengong ria.

Gue (dalam hati) " Yaelah, kagak jadi pake sandal baru, kagak jadi pake baju baru."

Minggu, 20.09.2009 (keren yah angkanya)pukul 05.30

allahu akbar...allahu akbar...allahu akbar
la ilaha illahu akbar.
allahu akbar wailahi ilham.


Suara Takbir yang membahana memecah angkasa raya pagi ini, merayap pelan dan terdengar syahdu dari bilik gue yang tak seberapa luas. Gue sudah duduk di depan lipatan kain sarung beberapa lapis, menyetrika baju koko orange bata yang gue beli 4 tahun lalu dengan segenap perasaan.

Gue: "Astagfirullah, gue belum keluarin Zakat Fitrah, masya allah."

Celana model pinsil cokelat pemberian teman gue, gue setrika dengan tergesa-gesa. sudah hampir pukul 06. pagi.

Sekitar perumahan Pondok Indah, menuju Mesjid Pondok Indah, untuk sholat ID.

Suara takbir semakin terdengar syahdu, menggetarkan jiwa, membuat udara Jakarta begitu sejuk menampar wajah ngantuk gue, membuat daun-daun dan rumput seolah ikut bertasbih mengagungkan kebesaran Allah.

Air mata gue mulai berurai, Gue merasa sendirian, moment ini tidak bisa gue rayakan di tengah keluarga gue. Tiba-tiba perasaan kangen akan kehadiran mama, bapak dan adik-adik gue menusuk-nusuk di relung hati gue, air mata gue semakin membanjir. sementara gue terus melangkah menyusuri trotoar sembari mata gue mencari-cari seseorang yang akan menerima zakat fitrah gue, namun tak satupun gue temukan, pengemis begitu banyak, seolah tumpah ruah dari langit memenuhi jalan menuju mesjid pondok indah, tapi semua tampak bugar. Hati gue berontak, rasanya hendak menangis lebih kencang saat itu karena belum menemukan seseorang yang akan gue berikan zakat gue. anak-anak, ibu-ibu, mas-mas yang saat itu semua kompak tampil lusuh dan fakir. Pandangan gue terus mencari, sambil terus berdoa agar allah mempertemukan gue dengan seseorang yang seharusnya menerima zakat gue. Diseberang sana, di belakang pos polisi. seorang kakek tua, dengan jenggot putih yang menggantung, wajah lusuh, baju kumal dengan kruk yang tergeletak begitu saja di sebelahnya. kakinya besar sebelah, yang sebelah terlihat normal namun yang sebelah hanya kulit membalut tulang. Alhamdullilah.....gue meniatkan diri gue untuk memberikan zakat fitrah gue pada kakek tua itu, berharap keridohan allah, agar dipermudahkan segala urusan gue di dunia ini.
Gue: "Kek, zakat saya diterima yah." ucap gue dengan perasan bergemuruh, mengalahkan gemuruh ombak besar yang menghempas di samudera luas.
Kakek: "Alhamdullilah, saya terima Nak. Terima kasih banyak."

Suara takbir terdengar berkali lipat syahdunya, merasuk hingga tempat terdalam di sudut hati gue. Membuat bulir air mata gue semakin membanjir. Rindu akan kehangatan keluarga gue semakin besar menghantam pertahanan gue, hingga jebol sudah. gue semakin sesunggukan, menangis di antara orang-orang yang saat itu memenuhi mesjid ini. semakin menangis bersama suara takbir yang menjadi soundtrak gue hari itu. Baju baru sudah tidak penting lagi, sandal baru sama tidak pentingnya lagi saat ini, karena gue sudah menemukan hal "BARU" dalam hidup gue detik ini.

"Alhamdulilah ya allah, engkau masih memberiku umur, untuk merayan Idul Fitri ini. syukur allhamdullilah atas segala jalan, kemudahan dan anugrah yang engkau limpahkan kepadaku. Buat mama, Bapak dan adik-adikku di belahan kecil pulau Kalimantan, Mohon Maaf lahir bathin, maaf anakmu ini tidak bisa mudik tahun ini. Insya allah, allah masih akan mempertemukan kita di Ramadhan dan Idul Fitri yang akan datang."

Baca selanjutnya......

Sabtu, 12 September 2009

Dia Bilang Gue Banci, SIALAN!!!!!


Jari-jari gue rasanya keriting semua sekarang, deadline membuat gue gak bisa berkutik sejak pukul 12 siang tadi ketika gue sampai di kantor, di butik tepatnya. Di meja gue sudah ada skacth book yang penuh dengan coret-coret revisi dan tugas baru dari bos gue. Tanggal 20 oktober, which is itu bulan depan, butik tempat gawe sekarang akan ada fashion show untuk yang menandai peluncuran koleksi baru kami. dan itu artinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan ke depan gue akan terus berkutat dengan, buku gambar, pinsil warna, berbagai majalah terbitan luar negeri sebagai referensi fashion gue, menjelah di internet, tanah abang, maystik dan penjahit. oh, betapa menyenangkannya.


So, karena sekarang dah bubar kantor (bukan bubaran restoran jepang bisa dipake, yah!!!) gue menyempatkan jari-jari gue untuk menari-nari sejenak di atas keypad laptop ini, kangen juga gue gak oprek2 ini blog. dan....jraeng....jrengg....gue kembali akan berkicau sekarang.

The story off.....

beberapa waktu lalu gue berasyik mahsyuk chatting sambil tebar pesona dengan makhluk-makhluk indah di internet, dan gayungpun bersambut.

gue: "hei, boleh kenalan?
makhluk indah di seberang sana: "boleh"
gue: "saya faiz"
makhluk indah di seberang sana: "Saya...SENSOR....titttttt"
gue: "kerja dimana?"
makhluk indah di seberang sana: "property di jakarta utara"
gue: "wah, seru dong. bagian apa?"
makhluk indah di seberang sana: "Promotion"
gue: "wah lahan basah tuh"
makhluk indah di seberang sana: "iyalah basah, wong tiap tahun banjir"
gue: "garing"
makhluk indah di seberang sana: "dari tadi kamu yang introgasi saya, kaya petugas imigrasi ajah"
gue: "kalau gitu, ask me something"
makhluk indah di seberang sana: "kerja dimana?"
gue: "di kemang"
makhluk indah diseberang sana: "di cafe?"
gue: "bukan"
makhluk indah diseberang sana: "terus?"
gue: "dibutik" (dengan ekspresi yang sumringah sekali, sambil senyum lebar banget)
makhluk indah diseberang sana: "butik? kamu SPB? (Sales Promotion Boy)
gue: "bukan SPBU" (sambil ketawa ngakak.
makhluk indah diseberang sana: "lucu.....*garing mode:on*
gue: "becanda, sensi banget, kaya tespek. aku fashion designer" *ekspresi BELAGU mode: ON*
makhluk indah diseberang sana: "wakakakakakakakakakakakakakakakakaka.............!!!!!"
gue: "kok ketawa?" (udah mulai curiga, ada yang gak beres)
makhluk indah diseberang sana: "kerjaan loe BANCI BANGET!!!!!!
gue: ............*pengen cakar-cakar muka tuh orang*

Beberapa photo narsis dengan wardrobe gue di kantor:


Baca selanjutnya......

Dollar cuy!!!! Jangan ragu untuk klik bannernya!